Kendari – Menjelang Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sulawesi Tenggara menggelar kegiatan refleksi diri yang menitikberatkan pada penguatan integritas aparatur dan pelayanan pemasyarakatan yang humanis. Kegiatan bertema “Menyongsong Ramadhan dengan Semangat Memperkuat Iman dan Kesabaran” itu berlangsung di Aula Kantor Ditjenpas Sultra, Jalan Haluoleo, Kompleks Bumi Praja Andonohu, Kota Kendari, Selasa (10/2/2026).
Kegiatan yang melibatkan jajaran pegawai Kanwil Ditjenpas Sultra serta Dharma Wanita Persatuan (DWP) Ditjenpas Sultra ini bukan sekadar agenda seremonial menjelang Ramadhan. Momentum tersebut dimanfaatkan sebagai ruang evaluasi internal untuk memperkuat nilai spiritual, sekaligus menegaskan komitmen pelayanan publik yang berkeadilan di tengah kompleksitas tugas pemasyarakatan.
Kepala Kanwil Ditjenpas Sultra, Sulardi, menegaskan bahwa Ramadhan harus dimaknai sebagai sarana pembenahan diri aparatur, bukan sekadar rutinitas tahunan. Ia menekankan pentingnya penguatan iman dan kesabaran sebagai fondasi menjaga integritas pegawai dalam menghadapi tekanan dan tantangan profesional.
“Ramadhan mengajarkan kita tentang keikhlasan, pengendalian diri, dan kesabaran. Nilai-nilai tersebut harus tercermin dalam sikap dan kinerja kita sehari-hari, khususnya dalam memberikan pelayanan pemasyarakatan yang humanis dan berkeadilan,” ujar Sulardi.
Menurutnya, peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan warga binaan menjadi indikator utama keberhasilan refleksi diri yang dilakukan aparatur. Integritas pegawai dinilai menjadi kunci untuk memastikan prinsip keadilan tetap terjaga di tengah tuntutan profesionalisme yang semakin tinggi.
Sementara itu, Ketua DWP Ditjenpas Sultra, Harnani Sulardi, menyoroti peran keluarga dalam menopang stabilitas mental dan kinerja aparatur pemasyarakatan. Ia menyebut refleksi diri menjelang Ramadhan sebagai momentum memperkuat kebersamaan sekaligus dukungan moral bagi pegawai.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh anggota DWP dan keluarga besar Ditjenpas Sultra dapat menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih, pikiran yang jernih, serta semangat untuk terus mendukung tugas dan pengabdian di lingkungan pemasyarakatan,” tuturnya.
Ia juga menambahkan bahwa DWP Ditjenpas Sultra berkomitmen aktif dalam kegiatan keagamaan guna membangun lingkungan kerja yang harmonis, religius, dan solid dalam mendukung tugas pemasyarakatan.
Pada kesempatan yang sama, tausiah disampaikan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Tenggara, KH. Muslim. Ia menegaskan Ramadhan sebagai madrasah spiritual yang membentuk karakter aparatur agar mampu menjalankan amanah dengan integritas dan kepedulian sosial yang tinggi.
“Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi proses pendidikan ruhani yang melatih kesabaran, kejujuran, dan kepedulian sosial. Dengan iman yang kuat dan kesabaran yang terjaga, setiap amanah akan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” jelas KH. Muslim.

Komentar