Aktual
Beranda / Aktual / Pelayanan Kesehatan WBP Jadi Fokus, Dua Perawat Lapas Kelas IIA Kendari Resmi Naik Pangkat

Pelayanan Kesehatan WBP Jadi Fokus, Dua Perawat Lapas Kelas IIA Kendari Resmi Naik Pangkat

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tenggara melantik dua pejabat fungsional kesehatan di Lapas Kelas IIA Kendari, Selasa (24/02/2026). Foto: Dok. Naraloka.id.

Kendari – Penguatan layanan kesehatan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) kembali ditegaskan di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tenggara (Sultra). Dua pejabat fungsional bidang kesehatan di Lapas Kelas IIA Kendari resmi naik jenjang jabatan, Selasa (24/02/2026), sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kinerja dalam memberikan pelayanan medis di dalam lapas.

Keduanya, Merry Katili dan Rusman Farid, selama ini bertugas di klinik Lapas Kendari dan terlibat langsung dalam pelayanan kesehatan harian bagi WBP. Merry naik dari Perawat Ahli Pertama menjadi Perawat Ahli Muda, sedangkan Rusman dari Perawat Mahir menjadi Perawat Penyelia.

Pelantikan dipimpin Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sultra, Sulardi, di Aula Kanwil Ditjenpas Sultra, disaksikan para pejabat struktural dan jajaran pegawai.

Dalam sambutannya, Sulardi menegaskan bahwa kenaikan jabatan fungsional bukan sekadar penghargaan administratif, melainkan bentuk kepercayaan negara atas profesionalisme dan integritas yang telah ditunjukkan.

“Saya minta kepada pejabat fungsional yang hari ini naik jenjang agar terus meningkatkan kompetensi, menjaga profesionalitas, dan memastikan hak-hak kesehatan WBP terpenuhi secara optimal, khususnya di tempat saudara-saudara bertugas, yakni Lapas Kendari,” tegasnya.

59 Pegawai Kanwil Ditjenpas Sultra Naik Pangkat Lewat Penyesuaian Ijazah, Ini Pesan Tegas Kakanwil

Ia menambahkan, kesehatan merupakan hak dasar setiap warga binaan yang harus dipenuhi secara layak dan manusiawi. Karena itu, tenaga kesehatan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan memegang peran strategis dalam menjaga kondisi hunian tetap sehat, bersih, dan terpantau secara medis.

Sementara itu, Merry Katili menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan serta komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas diri.

“Kenaikan jenjang ini menjadi tanggung jawab moral bagi saya untuk bekerja lebih maksimal,” ujarnya.

Menurutnya, pelayanan di klinik lapas mencakup pemeriksaan rutin, penanganan penyakit kronis, hingga layanan darurat. Ia menegaskan akan memperkuat kompetensi dan koordinasi tim agar pelayanan semakin cepat, tepat, dan humanis.

“Pelayanan kesehatan di lapas bukan sekadar tindakan medis, tetapi bagian dari proses pembinaan agar WBP tetap sehat secara fisik maupun mental selama menjalani masa pidana,” pungkasnya.

PIPAS Sultra Berbagi Takjil di Kendari, Wujud Kepedulian di Bulan Ramadan

Artikel Terkait

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *