Kendari – Ketua Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) Sulawesi Tenggara sekaligus perwakilan International Transport Workers’ Federation (ITF) Wilayah Sultra, Capt. Rahmat, menyoroti minimnya fasilitas pelatihan bersertifikasi internasional bagi calon pelaut muda di Sultra.
Hal itu disampaikan Capt. Rahmat usai menghadiri undangan pembinaan, pelatihan, dan pengawasan ujian di SMKS Kelautan dan Perikanan Kendari, Selasa (21/4/2026).
Menurutnya, kendala utama lulusan sekolah pelayaran di Sultra untuk bisa langsung bekerja di kapal, baik dalam negeri maupun luar negeri, adalah ketiadaan tempat pelatihan tambahan untuk memperoleh sertifikat standar internasional sesuai ketentuan International Maritime Organization melalui konvensi STCW 1978/2010.
“Yang menjadi kendala untuk siap kerja di perusahaan pelayaran adalah tidak ada tempat pelatihan tambahan untuk diklat sertifikat yang standar IMO (STCW 1978/2010),” tegas Capt. Rahmat.
Ia menjelaskan, sedikitnya ada tujuh sertifikat wajib yang harus dimiliki calon pelaut agar dapat bekerja di kapal, yakni Basic Safety Training (BST), Advanced Fire Fighting (AFF), Proficiency in Survival Craft and Rescue Boats (PCRB), Security Duties Seafarers (SDS), Security Awareness Training (SAT), Medical First Aid (MEFA), serta Ratings.
“Sertifikat tujuh item ini diperlukan untuk bekerja di kapal dalam negeri dan luar negeri,” ujarnya.
Capt. Rahmat berharap pemerintah provinsi memberi perhatian serius terhadap persoalan tersebut dengan menghadirkan fasilitas simulator pelayaran yang dipusatkan di sekolah pelayaran negeri di Kendari.
“Semoga ada perhatian khusus dari pemerintah provinsi Sultra untuk mengadakan simulator yang dipusatkan di sekolah pelayaran negeri di Kota Kendari,” katanya.
Selain itu, ia juga mendorong adanya program diklat gratis bagi calon pelaut muda dari keluarga kurang mampu sebagai langkah strategis menekan angka pengangguran dan kemiskinan di Sultra.
“Program diklat gratis bagi calon pelaut muda yang ekonominya tidak mampu sangat penting untuk mengurangi pengangguran dan meminimalkan kemiskinan di Sultra,” ungkapnya.
Lebih lanjut, KPI Sultra menyatakan siap menjembatani penyaluran tenaga kerja pelaut ke berbagai perusahaan pelayaran, baik di dalam maupun luar negeri, selama calon tenaga kerja telah mengantongi sertifikat standar internasional.
“KPI Sultra siap menjembatani untuk mencari lowongan pekerjaan di dalam negeri dan luar negeri, yang penting calon pelaut muda memiliki sertifikat standar internasional STCW 1978/2010,” tutup Capt. Rahmat.

Komentar